Ready Or Not, Kisah Malam Pertama Setelah Pernikahan

Ready or Not merupakan film yang dirilis pada tahun 2019 oleh Mythology Entertainment. Film Amerika ini bergenre action, horror, thriller dan dark comedy dengan rating 21+. Rating usia di atas 21 tahun ini dianggap sesuai denga kisah pernikahan yang cenderung penuh dengan kekerasan disertai dengan adanya beberapa pemerannya yang kecanduan obat-obatan terlarang. Sebelum melangkah ke pembahasan yang lebih kompleks, jika kalian ingin mendownload filmnya download saja di Movie Subtitle Indonesia

Ready or Not dirilis pertama kali dalam Fantasia International Film Festival pada 27 Juli 2019. Selanjutnya disiarkan serentak di bioskop pada 21 Agustus 2019. Film ini sukses mendulang keuntungan di masa itu dengan banyaknya orang yang semakin menyukai film bergenre thriller dan menuai beragam komentar positif.

Kesuksesan Ready or Not dapat dibuktikan dengan jumlah pemasukan yang diperoleh. Dengan biaya pembuatan film sebesar 6juta dolar Amerika, pendapatan yang diperoleh yaitu sebesar 57juta dolar Amerika. Angka yang cukup fantastis dibandingkan dengan biaya produksinya.

Sinopsis
Film ini berkisah tentang keluarga Le Domas yang merupakan perusahaan pembuat game terbesar. Plot diawali dengan Daniel Le Domas, seorang anak kecil yang berteriak kepada anggota keluarga lainnya bahwa ia menemukan Charles. Charles kemudian ditembak oleh istrinya sendiri dan meninggal saat itu juga. Daniel menerima pujian dari ibunya karena tindakannya yang sangat berani itu.

Tiga puluh tahun kemudian, datanglah seorang wanita cantik bernama Grace yang diperankan oleh Samara Weaving. Grace menikahi Alex Le Domas (diperankan oleh Mark O’Brien) yang merupakan adik dari Daniel Le Domas (diperankan oleh Adam Brody). Pesta pernikahan berlangsung di kediaman Le Domas.

Selayaknya pernikahan pada umumnya, Grace berjumpa dengan keluarga besar Le Domas. Di antaranya yaitu Daniel dan istrinya Charity, Emilie saudara perempuan Alex pecandu berat kokain, Fitch suami Emilie, Georgie dan Gabe putra Emilie, Helene bibi Alex, serta kedua orang tua Alex, Tony dan Becky. Pernikahan berjalan canggung, namun cukup lancar hingga sesi pemotretan.

Usai pesta pernikahan, Le Domas mengajak Grace untuk mengikuti acara rutin yang biasa diselenggarakan untuk pengantin baru. Ayah Alex menjelaskan bahwa nenek moyang Le Domas membuat perjanjian dengan Le Bail. Sehingga, setiap ada anggota baru dalam keluarga Le Domas harus mengambil kartu pada kotak puzzle Le Bail. Apapun nama permainan yang keluar, harus dimainkan.

Grace memilih sebuah kartu yang bertuliskan “Hide and Seek”, dalam Bahasa Indonesia disebut juga dengan “Sembunyi dan Tangkap”. Saat itu Grace tertawa terbahak-bahak karena menganggap permainan itu selayaknya permainan anak kecil. Di sisi lain, para anggota keluarga Le Domas berwajah cemas.

Arti dari kartu tersebut rupanya Grace, sang pengantin baru diharuskan untuk berlari dan bersembunyi sedangkan anggota keluarga Le Domas yang lain harus mengejar Grace. Alex juga harus ikut mengejar Grace. Grace yang masih memakai gaun pernikahannya berusaha diselamatkan oleh Alex dengan bersembunyi di jalan pintas rumah Le Domas yang besar.
Sedangkan Le Domas sedang bersiap dengan berbagai senjata tajam yang antik, mulai dari panah hingga senapan api. Mereka diharuskan menangkap Grace hidup ataupun mati sebelum pagi menjelang. Alex mengungkapkan kepada Grace bahwa setiap orang yang menikahi keluarga Le Domas harus mengikuti kartu yang berada di kotak permainan Le Bail, jika tidak maka mereka akan mati secara misterius. Hanya kartu “Hide and Seek” yang mengharuskan untuk membunuh anggota keluarga baru tersebut. Dan kartu inilah yang dipilih oleh Charles, suami Helene 30 tahun yang lalu

Aksi kejar-kejaran terjadi dimulai saat tengah malam dengan diiringi lagu “Hide and Seek” yang terputar secara otomatis pertanda dimulainya permainan. Kejadian demi kejadian tragis pun terjadi, walau begitu Grace adalah wanita tangguh yang cukup sulit ditaklukkan oleh keluarga Le Domas. Ia sempat melarikan diri keluar rumah dengan mobil. Hanya saja mobil tersebut mengidentifikasi bahwa ia telah dicuri sehingga mesinnya tidak bisa dinyalakan lagi.


Diikuti oleh Le Domas yang lain, ia sempat melarikan diri ke dalam hutan yang gelap dengan menaiki tangga rumah yang cukup tinggi bahkan menggores kakinya dengan luka yang cukup dalam. Namun, pada akhirnya Grace ditangkap oleh Daniel.
Grace diletakkan di meja sebelum upacara persembahan di mulai. Saat prosesi minum, Grace berhasil melarikan diri dengan bantuan Daniel. Emilie tidak sengaja menembak leher Daniel dan seketika itu ia meninggal. Alex yang ragu-ragu akhirnya memutuskan membantu keluarganya untuk menahan Grace. Grace membuang lentera ke arah ayah Alex dan api menyebar kemana-mana.

Tak terasa ternyata pagi telah datang dan sinar matahari sudah muncul. Le Domas kebingungan karena tak ada hal yang terjadi. Helene berusaha membunuh Grace, tiba-tiba meledak di bagian kepalanya. Begitu pula dengan anggota keluarga yang lainnya satu per satu meledak. Alex berusaha meminta maaf pada Grace, namun sayangnya ia yang terakhir meledak.

Grace yang bersimbah darah disertai dengan penampilan acak-acakan dan gaun robek sana sini keluar dari kediaman Le Domas yang sudah membara oleh api. Ia duduk di tangga sambil menyalakan sebatang rokok. Polisi datang menghampirinya dan bertanya tentang apa yang terjadi. Ia hanya menjawab “in-laws”, yang artinya “keluarga ipar”

Review
Sejak penayangan trailer, Ready or Not sudah memperoleh sambutan yang luar biasa dari masyarakat. Trailer film ini menjadi salah satu trailer yang paling banyak ditonton oleh masyarakat. Mengingat animo masyarakat yang cukup tinggi, walau bergenre thriller ternyata tidak mengurangi minat para penikmat film.

Dari poling CinemaScore memberikan nilai A+ sampai B+ dari skala F. IMDb memberikan nilai sebesar 6.8 dari 10, Rotter Tomatoes memberikan nilai 88% sedangkan Metacritic memberikan nilai 64%. Sudah tidak diragukan lagi kualitas akting yang disuguhkan para pemain.
Cerita hang diangkat dalam film ini sebenarnya cukup ringan. Di beberapa bagian bahkan terkesan mudah ditebak. Film ini juga tidak memainkan emosi para penontonnya hanya saja adegan yang bermunculan sangat frontal.

Akhir cerita ini tidak bisa ditebak hanya dengan menonton trailernya saja. Alur yang dibawakan cukup kontroversial karena para penonton dibuat bertanya-tanya dengan akhir cerita yang sungguh tidak terduga. Keluarga kaya biasanya memiliki misteri tersendiri yang tak terungkap ke publik. Bahkan, kematian satu keluarga secara tiba-tiba juga memiliki kemungkinan kejadian yang mirip dengan film ini.

Dalam durasi 95 menit anda akan dibuat bertanya-tanya tentang apa yang sebenarnya terjadi dan film ini membebaskan para penontonnya untuk berimajinasi sebelum terungkap jawaban yang sesungguhnya. Penonton dibawa untuk melihat sisi lain dari permainan lama “Hide and Seek” yang dulunya terkesan menyenangkan bagi anak-anak seketika berubah 180 derajat. Serta kesan ‘malam pertama’ tak lagi sama dalam film ini.
Ready or Not dapat menjadi salah satu alternatif tontonan di akhir pekan. Walau sudah tidak bisa dinikmati di bioskop secara langsung, Anda bisa menyaksikan di Netflix atau platform penayangan film yang resmi lainnya. Namun, perlu diperhatikan jika mengajak anak-anak atau remaja yang belum cukup umur untuk ikut menyaksikan film ini